Katabrita – Penantian selama 2 tahun 2 bulan 5 hari sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara akhirnya berbuah kepercayaan bagi Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si. Perjalanan panjang itu dinilai sebagai bukti bahwa pengabdian yang dijalani dengan tulus pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Pandangan tersebut disampaikan Kepala Sub Bagian Umum Sekretariat DPRD Provinsi Sulut, Jusman Entjarau, yang selama ini bekerja bersama Weliam dalam menjalankan roda administrasi di lingkungan Sekretariat DPRD.
Menurut Jusman, selama memimpin sebagai Plt Sekretaris DPRD, Weliam tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam melayani pimpinan dan anggota DPRD serta membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Bukan perjalanan yang singkat. Selama 2 tahun 2 bulan 5 hari menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Bapak Weliam Niklas Silangen menunjukkan bahwa pengabdian bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan tentang kesabaran, kerja keras, dan ketulusan dalam melayani,” ujar Jusman.
Ia menuturkan, dalam berbagai dinamika tugas, Weliam dikenal sebagai sosok yang tenang, rendah hati, dan konsisten menjalankan amanah. Berbagai tanggung jawab yang diemban, mulai dari melayani pimpinan dan anggota DPRD hingga mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan, dijalankan dengan penuh dedikasi.
“Bekerja tanpa banyak kata, tetapi penuh tanggung jawab. Itulah yang kami lihat selama beliau memimpin sebagai Plt Sekretaris DPRD,” katanya.
Bagi Jusman, perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Kesabaran, loyalitas, dan integritas yang terus dijaga akhirnya mengantarkan Weliam dipercaya mengemban jabatan definitif sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
“Pada akhirnya, komitmen dan integritas beliau mengantarkan kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Jusman berharap kisah pengabdian Weliam dapat menjadi inspirasi bagi aparatur sipil negara agar tetap bekerja dengan penuh ketulusan, apa pun posisi yang diemban.
“Jabatan dapat datang dan pergi, tetapi integritas, loyalitas, dan ketulusan dalam bekerja akan senantiasa meninggalkan jejak yang baik bagi banyak orang,” tutupnya.
(*/in)
