Katabrita – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dr. Michaela E. Paruntu, MARS, kembali melaksanakan rangkaian Reses III Masa Persidangan Pertama Tahun 2025 di sejumlah titik strategis di Kabupaten Minahasa Selatan.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut sekaligus Koordinator Komisi II, Michaela turun langsung untuk mendengar kebutuhan masyarakat mulai dari sektor pendidikan, kelautan, pertanian, hingga ekonomi desa.

Agenda reses dimulai pada Minggu, 30 November 2025, di Desa Boyongpante Dua, Kecamatan Sinonsayang. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA ini dibuka dengan doa dan sambutan Hukum Tua setempat.
Dalam tatap muka tersebut, Michaela menjelaskan kembali tugas dan fungsi DPRD serta maksud pelaksanaan reses. Ia juga menyampaikan sejumlah program Pemprov Sulut yang tengah berjalan dan akan dilaksanakan, khususnya terkait bantuan pemerintah daerah.

Pada kesempatan ini, masyarakat Boyongpante Dua menyampaikan berbagai aspirasi. Para nelayan meminta bantuan asuransi keselamatan, pengadaan perahu, serta fasilitas pendukung untuk kelompok nelayan.
Selain itu, usulan peningkatan ekonomi melalui pengembangan wisata mangrove juga menjadi perhatian. Michaela memastikan seluruh masukan dicatat dan akan dikawal dalam pembahasan di DPRD.

“Setiap aspirasi kami catat dan akan dibawa dalam rapat paripurna untuk kemudian dituangkan dalam Pokok Pikiran DPRD di SIPD,” tegasnya.
Rangkaian reses dilanjutkan keesokan harinya, Senin, 1 Desember 2025, di SMK Negeri 1 Amurang. Hadir kepala sekolah, guru, serta para siswa yang menyambut kedatangan legislator tersebut. Michaela menekankan pentingnya aspirasi dunia pendidikan sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM Sulawesi Utara. Ia memaparkan sejumlah program pemerintah provinsi, termasuk dukungan sarana-prasarana sekolah dan pemberdayaan kompetensi siswa.

Dalam sesi dialog, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan ruang belajar yang sudah tidak layak, pengadaan komputer dan laptop untuk menunjang pembelajaran, bantuan beasiswa bagi siswa, hingga penyediaan lahan tambahan untuk pembangunan gedung baru.
Jurusan perhotelan juga mengusulkan pembangunan hotel mini sebagai sarana praktik siswa, sementara guru agama meminta peningkatan sertifikasi agar kesetaraan profesi dapat terwujud.

Michaela menanggapi seluruh aspirasi tersebut secara terbuka. “Aspirasi pendidikan selalu kami prioritaskan karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Semua akan kami kawal sesuai kewenangan provinsi,” ujarnya.
Masih di hari yang sama, pada pukul 16.00 WITA, Michaela kembali menggelar reses di Desa Boyong Pante, Kecamatan Sinonsayang. Kehadiran masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi untuk menyampaikan keluhan dan harapan mereka.

Dalam pertemuan ini, ia kembali menegaskan bahwa reses adalah jembatan penting antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah provinsi. Ia juga memaparkan sejumlah program yang sementara dijalankan Pemprov Sulut pada sektor pertanian, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi desa.

Warga Boyong Pante mengutarakan berbagai kebutuhan, terutama terkait infrastruktur dan pertanian. Aspirasi yang disampaikan meliputi perbaikan akses jalan perkebunan, penanganan bantaran sungai, bantuan irigasi di jalur trans desa, penyediaan bibit unggul, hingga permintaan stabilisasi harga tanaman nilam yang dinilai masih berfluktuasi.

Michaela memastikan bahwa seluruh aspirasi telah didokumentasikan dengan baik oleh tim reses. “Aspirasi masyarakat Boyong Pante sangat relevan dan menjadi bagian penting dalam pembangunan. Semuanya akan dibawa dalam pembahasan untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah provinsi,” jelasnya.
Seluruh rangkaian reses tersebut menjadi bukti komitmen dr. Michaela E. Paruntu sebagai wakil rakyat dari Dapil Minsel–Mitra dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di berbagai sektor.

Mulai dari keselamatan nelayan, penguatan koperasi dan wisata mangrove, kebutuhan vital dunia pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur pertanian, semuanya menjadi catatan penting yang akan diperjuangkan dalam forum resmi DPRD. Melalui reses ini, Michaela menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
(*/in)







