Gubernur Sulut Minta Pejabat Tinggalkan Pola Kerja Monoton, Fokus pada Inovasi & Hasil Nyata

Pemprov Sulut1191 Dilihat

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara memberikan arahan tegas kepada jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meninggalkan pola kerja yang monoton dan sekadar berorientasi pada rutinitas birokrasi.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur saat memberikan pengarahan kepada para pejabat administrator (Eselon III) dan pejabat fungsional ahli madya di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jumat (17/7/2026).

Menurut Gubernur, tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks menuntut aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih kreatif, adaptif, dan proaktif.

Jabatan tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai posisi administratif belaka, melainkan sebagai amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jabatan bukan sekadar posisi administratif, tetapi amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan hasil kerja yang berdampak bagi masyarakat,” tegas Gubernur.

Ia menekankan bahwa pejabat administrator tidak boleh bersikap pasif atau hanya menunggu arahan dari pimpinan atas. Sebaliknya, mereka diminta berperan aktif dalam mengidentifikasi masalah di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing dan mencari solusi strategis.

Salah satu poin penting dalam arahan tersebut adalah kontribusi seluruh perangkat daerah terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gubernur menyatakan bahwa peningkatan pendapatan daerah bukan hanya tanggung jawab dinas-dinas yang secara teknis menangani pendapatan, seperti Bapenda.

“Saya tidak ingin ada pejabat yang hanya menjadi penonton. Semua harus aktif mencari solusi, menciptakan inovasi, dan berkontribusi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.

Setiap OPD dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi melalui inovasi pelayanan, optimalisasi aset dan potensi daerah, serta pelaksanaan program yang efektif dan tepat sasaran. Kolaborasi dari seluruh jajaran, mulai dari pimpinan hingga pelaksana, menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

Gubernur berharap agar budaya kerja yang inovatif dan berorientasi pada hasil (result-oriented) dapat menjadi karakter utama birokrasi Pemprov Sulawesi Utara. Para pejabat administrator dan fungsional ahli madya diharapkan menjadi agen perubahan (change agent) di unit kerja masing-masing.

“Saya berharap seluruh pejabat mampu meninggalkan pola kerja yang monoton dan mulai berorientasi pada hasil, sehingga setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Gubernur.

Melalui pengarahan ini, Pemprov Sulawesi Utara berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. (*)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *