Katabrita – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan inflasi nasional tetap berada dalam kisaran sasaran sehingga mampu menjaga stabilitas harga dan mendukung daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
Hal tersebut disampaikan Joko Supratikto saat memaparkan perkembangan ekonomi nasional dalam kegiatan Bincang Media Senja yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Selasa (21/7) 2026.
Menurut Joko, stabilitas inflasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Bank Indonesia bersama pemerintah akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi agar kondisi ekonomi tetap kondusif dan mampu menopang pertumbuhan yang berkelanjutan.
Berdasarkan data Bank Indonesia, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 tercatat 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 2,5±1 persen.
Sementara itu, inflasi inti tercatat 2,59 persen (yoy), mencerminkan permintaan domestik yang tetap terjaga dan ekspektasi inflasi yang terkendali. Adapun inflasi kelompok administered prices sebesar 2,07 persen (yoy), sedangkan kelompok volatile food mencapai 6,24 persen (yoy).
Joko menjelaskan, inflasi yang tetap terkendali memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi untuk terus tumbuh. Stabilitas harga juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, memberikan kepastian bagi dunia usaha, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Menurutnya, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
(*/in)
