BI: Stabilitas Rupiah Terjaga, Ekonomi Nasional Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

Ekonomi, Ekonomi793 Dilihat

Katabrita – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang kuat, ketahanan sektor eksternal yang terjaga, serta bauran kebijakan Bank Indonesia yang konsisten menjaga stabilitas ekonomi.

Hal itu disampaikan Joko Supratikto saat memaparkan perkembangan ekonomi terkini dalam kegiatan Bincang Media Senja yang diselenggarakan Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Selasa (21/7) 2026.

Menurut Joko, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, tingginya harga komoditas global, serta ketatnya kebijakan moneter di negara maju masih menjadi tantangan bagi perekonomian dunia. Meski demikian, kondisi ekonomi Indonesia dinilai tetap mampu bertahan dengan baik.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 diprakirakan berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, akselerasi belanja pemerintah, investasi, serta kinerja ekspor yang terjaga.

Selain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai bauran kebijakan. Upaya tersebut didukung oleh ketahanan sektor eksternal, kecukupan cadangan devisa, aliran masuk modal asing, serta respons stabilisasi yang dilakukan secara konsisten.

Data Bank Indonesia menunjukkan, nilai tukar rupiah pada 20 Juli 2026 ditutup pada level Rp17.976 per dolar Amerika Serikat, menguat sekitar 0,86 persen dibandingkan posisi 13 Juli 2026 yang berada di level Rp18.131 per dolar AS.

Joko menambahkan, stabilitas makroekonomi nasional juga tetap terjaga. Hal itu tercermin dari inflasi yang berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen, didukung likuiditas perbankan yang memadai, pertumbuhan kredit yang tetap kuat, serta meningkatnya transaksi ekonomi dan keuangan digital.

Menurutnya, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *