Inflasi Sulut Juni 2025 Terkendali di 1,71 Persen, Beras dan Emas Jadi Pendorong

Ekonomi, Ekonomi591 Dilihat

Katabrita – Provinsi Sulawesi Utara mencatat inflasi tahunan sebesar 1,71 persen (year on year/yoy) pada Juni 2025. Angka ini masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5 ± 1 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Sulut mencapai 0,64 persen (month to month/mtm) dan 1,85 persen secara tahun berjalan (year to date/ytd).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto menjelaskan, kenaikan harga emas perhiasan seiring tren harga emas global serta naiknya harga beras akibat penurunan pasokan dari Sulawesi Tengah dan Bolaang Mongondow menjadi pendorong utama inflasi. Selain itu, komoditas tomat, cabai rawit, dan ikan selar juga memberi andil signifikan.

“Meski ada kenaikan harga pada beberapa komoditas utama, inflasi Sulut masih terkendali dalam sasaran nasional. Hal ini menunjukkan koordinasi pengendalian harga antara pemerintah daerah, TPID, dan BI berjalan baik,” ujarnya dalam pertemuan bersama wartawan, Senin (28/7) 2025.

Sementara itu, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga dan memberi andil terhadap deflasi. Di antaranya daging babi, bawang putih, telepon seluler, angkutan udara, serta daun bawang yang melimpah pasokan akibat panen raya.

Data BPS menunjukkan, komoditas beras memberikan andil inflasi 0,34 persen, emas perhiasan 0,34 persen, tomat 0,24 persen, ikan selar 0,15 persen, dan cabai rawit 0,13 persen. Sebaliknya, daun bawang menyumbang deflasi hingga minus 0,16 persen, daging babi minus 0,12 persen, dan angkutan udara minus 0,06 persen.

Bank Indonesia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan pangan antarwaktu dan antarwilayah untuk mengendalikan inflasi bergejolak. Upaya ini termasuk melalui kerja sama antar daerah, operasi pasar, serta penguatan komunikasi untuk mengelola ekspektasi harga masyarakat.

Dengan kondisi inflasi yang terkendali, BI optimistis perekonomian Sulawesi Utara tetap dalam jalur positif, terlebih menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Pengucapan Syukur yang umumnya mendorong konsumsi masyarakat.

 

 

(*/in)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP