Katabrita-Kebutuhan infrastruktur kembali menjadi aspirasi paling dominan dalam Reses III Masa Persidangan Pertama Tahun 2025 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Haslinda Rotinsulu, di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Senin (1/12) 2025.
Di hadapan 165 warga yang hadir, Haslinda anggota Komisi III DPRD Sulut yang membidangi infrastruktur dan pembangunan mendengarkan secara rinci berbagai keluhan dan kebutuhan fasilitas yang mendesak di Mongkonai. Warga menilai sejumlah titik infrastruktur sudah tidak memadai dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Deretan Infrastruktur Mendesak
Sejumlah usulan yang mengemuka dalam sesi penyampaian aspirasi antara lain:
Perbaikan jalan paving dari SDN 3 Mongkonai menuju Pustu
Pembuatan drainase di jalur yang sama untuk mengatasi genangan
Perbaikan jalan perkebunan/jalan usaha tani Mongkonai–Lalow
Pembangunan jembatan gantung Mondi sebagai akses masyarakat
Penerangan jalan di berbagai lorong, termasuk Lorong Gembira
Penerangan area pintu gerbang/gapura Kelurahan Mongkonai
Warga menegaskan bahwa kondisi jalan usaha tani yang rusak menghambat mobilitas hasil pertanian, sementara minimnya lampu penerangan membuat beberapa lorong rawan dan tidak nyaman dilewati saat malam hari.
Menanggapi berbagai kebutuhan tersebut, Haslinda Rotinsulu menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur dasar menjadi salah satu fokus utamanya di DPRD. Ia memastikan seluruh aspirasi akan dikaji dan disesuaikan dengan kewenangan tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
“Saya akan membawa seluruh kebutuhan infrastruktur ini ke pembahasan resmi dalam rapat paripurna. Aspirasi yang menjadi kewenangan provinsi akan ditindaklanjuti melalui Pokok-Pokok Pikiran DPRD dalam SIPD,” tegasnya.
Menurutnya, pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah kelurahan dan desa, sangat penting untuk menunjang akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan produktivitas masyarakat.
Warga berharap sejumlah infrastruktur yang diusulkan tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar masuk dalam prioritas pembangunan. Mereka menilai penyediaan jalan usaha tani, drainase, dan penerangan lingkungan memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Haslinda pun menutup kegiatan dengan komitmen untuk terus memperjuangkan pembangunan yang merata di Bolmong Raya. “Aspirasi ini adalah suara masyarakat. Tugas kami memastikan suara itu sampai dan diperjuangkan,” ujarnya.
(*/in)







