MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting Semester I Tahun 2026.
Kegiatan strategis ini berlangsung di Ruang Toar Lumimuut, Kantor Wali Kota Manado, pada Rabu (29/7/2026).
Acara dibuka oleh Asisten II Setda Kota Manado, Ato Bulo, mewakili Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang (AARS).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Marcos Kairupan dan Kepala DPPKB Steven Tumiwa.
Dalam sambutannya, Asisten II Ato Bulo menegaskan bahwa penurunan stunting bukan sekadar program nasional, melainkan komitmen mutlak Pemkot Manado. Ia menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap anak di Manado lahir sehat, tumbuh optimal, dan memiliki masa depan yang cerah.
“Jadi sebelum lahir sudah ada dalam pemantauan. Masih dalam kandungan sudah harus dipantau, kalau belum menikah bisa dipantau melalui remaja perempuan,” ujar Ato Bulo.
Ia juga memaparkan data terkini terkait sasaran intervensi. “Data kita sampai saat ini ada 94 anak dari 9.342 yang dipantau dan tersebar di kecamatan-kecamatan,” jelasnya.
Angka ini menjadi tolok ukur awal bagi evaluasi efektivitas intervensi yang telah dilakukan selama semester pertama tahun 2026.
Sebelumnya, Kepala DPPKB Kota Manado Steven Tumiwa dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakorev ini dilaksanakan berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Keputusan Sekretaris Negara mengenai Strategi Percepatan Penurunan Stunting, serta SK Wali Kota Manado tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting.
Menurut Tumiwa, Rakorev merupakan langkah krusial untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting berjalan secara sinergis.
Hal ini melibatkan kolaborasi erat antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab, sektor kelembagaan pemerintah, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Dengan dilaksanakannya Rakorev Semester I ini, Pemkot Manado berharap dapat mengidentifikasi tantangan di lapangan, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan mempercepat pencapaian target penurunan prevalensi stunting demi mewujudkan sumber daya manusia Manado yang unggul dan bebas stunting.
Hadir sebagai peserta perwakilan dari SKPD ditambah operator, Puskesmas se Kota Manado beserta operator serta perwakilan dari Kecamatan dan kelurahan se Kota Manado. (nny)
