oleh

Resmob Polres Tomohon, Bima Cs Amankan Dua Pelaku Penganiayaan

-Tomohon-516 views

KB.COM-–Berdsarkan laporan Polisi Nomor: LP/B/164/IV/2021/SPKT/Res-Tmhn.Polda Sulut tanggal 24 April 2021, telah terjadi penganiayaan dengan sajam secara bersama-sama terhadap korban  lelaki Agung Pasaribu (22), warga Kelurahan Tataaran Dua di ruas jalan raya Tomohon-Manado. Tepatnya di depan Kantor PLN Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Jumat (23/4/2021).

Kasat Reskrim Polres Tomohon AKP Samuri langgsung memerintahkan Tim (Resmob) Polres Tomohon dibawa pimpinan (Katim) Bripka Bima Pusung untuk cepat menangkap atau mengamankan para pelaku.

Mengetahui keterangan identitas dua pelaku dari korban Agung, Tim Resmob langgsung bergerak dan terbukti hanya menghitung jam saja, Tim Pemburu Polres Tomohon berhasil mengamankan kedua pelaku di dua lokasi yang berbeda, pada Sabtu (24/4/2021).

Diketahui identitas kedua pelaku
Yakni lelaki BM alias Bayu (21), mahasiswa warga desa Karoa, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dan lelaki RT alias Randi (24), mahasiswa warga desa Kinamang, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minsel.

Kronologis penangkapan :

Melalui pengembangan dan pencarian Tim Resmob mendapat informasi kalau Bayu sedang bersembunyi di tempat kost temannya yang ada di Kelurahan Matani Satu, Tim langsung menuju ke lokasi di mana Bayu berada dan berhasil mengamankanya.

Melalui keterangan pelaku Bayu yang melakukan penikaman adalah lelaki RT alias Randi. mendapat identitas dan informasi Tim terus memburu Randy.

Setelah mengetahui keberadaan Randy, kalau Randy berada di desa Parepei, Kecamatan Remboken, kabupaten Minahasa, sedang menghadiri penguburan temannya, Tim langsung menuju ke Desa Parepei dan saat itu Tim berhasil mengamankan pelaku Randy yang saat itu akan meninggalkan rumah duka dengan mengendarai sepeda motor. Tim langsung melakukan penggeledahan terhadap Randi dan berhasil menemukan barang bukti (BB) sebilah pisau badik terbuat dari kuningan di dalam kantung celana milik pelaku, yang digunakan menikam korban.

Kronologis kejadian :

“Awalnya antara pelaku Bayu dan korban Agung terjadi selisih paham saat berada di desa Tounelet, Kecamatan Sonder. Permasalahan berlanjut, antara keduanya saling berbalasan chating via Whats App dan saling janji untuk ketemu di Kota Tomohon. Pada hari Jumat, tanggal 23 April 202, jam 20.30 Wita, antara pelaku dan korban sepakat untuk bertemu di jalan raya Tomohon-Tondano tepatnya di depan PLN Kaaten”

Saat di TKP, antara pelaku dan korban saling adu mulut yang berakhir pada pemukulan yang dilakukan oleh pelaku Bayu terhadap korban dengan menggunakan tangan terkepal yang mengenai bagian wajah. Tidak terima perlakuan Bayu, korban melakukan perlawanan dan terjadi perkelahian antara keduanya.

“Melihat hal tersebut, teman-teman korban langsung menghampiri keduanya, tapi teman-teman pelaku langsung menghalangi pergerakan dari teman-teman korban. Saat itu pelaku Randy langsung mencabut sebilah pisau badik yang dibawanya, yang disimpan dalam saku celana bagian depan sebelah kiri. Ia langsung menikam korban yang mengena di bagian ketiak sebelah kiri,”

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami satu luka tusuk pada ketiak sebelah kiri dan dirawat di RS Sam Ratulangi Tondano. BB pelaku berupa sebilah pisau badik kuningan terbuat dari kuningan.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang A Gatot, SIK Membenarkan adanya penangkapan dua tersangka kasus penganiayaan dengan mengunakan senjata tajam (sajam).

“Korban Agung Pasaribu sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Sam Ratulangi Tondano Minahasa.”

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed