TOMOHON – Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, S.H., didampingi Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng dan Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., melaksanakan audiensi dengan Wakil Duta Besar Selandia Baru untuk Republik Indonesia, Hamza Haidon. Pertemuan strategis ini berlangsung di Lemonia Cafe & Experience Tomohon pada Kamis (6/8/2026).
Audiensi ini difokuskan pada upaya memperkokoh kerjasama antara Pemerintah Kota Tomohon dan Selandia Baru, khususnya dalam pengembangan energi panas bumi (geothermal).
Mengingat potensi besar energi terbarukan di wilayah Tomohon dan sekitarnya, diskusi ini menjadi langkah konkret untuk menarik minat investasi dan transfer teknologi dari negara yang telah maju dalam pemanfaatan energi hijau tersebut.
Selain membahas aspek teknis energi, Wali Kota Caroll Senduk juga membuka peluang kerjasama budaya dan pemerintahan melalui konsep Sister City (Kota Kembar).
Ia menyampaikan keinginan untuk menjalin kemitraan resmi antara Kota Tomohon dengan salah satu kota di Selandia Baru. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan, pariwisata, serta pembangunan kapasitas sumber daya manusia di kedua daerah.
“Kami sangat terbuka untuk belajar dari pengalaman Selandia Baru dalam mengelola energi bersih. Selain itu, kami berharap adanya ikatan sister city dapat membawa dampak positif bagi kemajuan Kota Tomohon di masa depan,” ujar Wali Kota.
Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ahmad Yani, beserta jajaran manajemen. Kehadiran pihak PGE menegaskan peran strategis BUMN dalam mendukung pengembangan energi panas bumi di Tomohon, serta menjembatani potensi kolaborasi dengan mitra internasional seperti Selandia Baru.
Turut hadir dalam audiensi ini Ibu Vonny Pangemanan serta jajaran Pemerintah Kota Tomohon lainnya. Dengan adanya dialog langsung ini, Pemkot Tomohon optimis dapat membuka babak baru kerjasama internasional yang berkelanjutan, tidak hanya dalam sektor energi tetapi juga dalam aspek diplomasi kota dan pembangunan berkelanjutan. (*)
