Wali Kota Tomohon Hadiri Paripurna DPRD: Simak Pidato Presiden Prabowo Soal 121 Kebijakan Transformatif & Swasembada Pangan

Tomohon582 Dilihat

TOMOHON – Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, S.H., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Tomohon di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Jumat (14/8/2026). Agenda utama sidang ini adalah mendengarkan secara langsung Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Tomohon, Drs. Johnny Runtuwene, D.E.A., didampingi Wakil Ketua Donald Pondaag dan Jefri Polii, S.I.K. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Korwil BIN Tomohon Avons Sumenge, Wakapolres Tomohon Kompol Stenly Mawidingan, Pabung Tomohon Mayor Cba Robby Rengkung, perwakilan Kejaksaan Negeri Tomohon, Sekretaris Daerah Edwin Roring, jajaran Pemkot Tomohon, LVRI, para pejuang, serta insan pers.

Dalam pidatonya yang disiarkan dari Gedung Nusantara, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyoroti capaian pemerintahan selama 21 bulan atau 663 hari terakhir. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah memutuskan dan menjalankan sebanyak 121 kebijakan transformatif, atau rata-rata satu kebijakan setiap lima hari.

“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” tegas Presiden.

Salah satu sorotan utama pidato adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan (beras, jagung, gula, daging ayam, telur, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit) dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal. Pencapaian ini didukung oleh penghapusan 145 aturan penyaluran pupuk dan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen.

Di sektor energi, Presiden mengumumkan bahwa sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar berkat produksi diesel dengan campuran biodiesel B50. Langkah ini berhasil menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun (sekitar USD9,5 miliar).

Presiden juga memaparkan langkah strategis restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pembentukan Danantara. Dari total 1.074 BUMN beserta anak usahanya, pemerintah telah menutup 290 entitas yang tidak produktif dan menargetkan jumlah BUMN tersisa maksimal 300 perusahaan pada akhir 2026.

Langkah efisiensi ini diperkirakan dapat menghemat biaya overhead hingga Rp50 triliun per tahun, yang akan dialihkan untuk investasi dan program bermanfaat bagi rakyat. Kinerja BUMN pun meningkat drastis, dengan laba bersih gabungan tahun 2025 mencapai Rp326 triliun, naik 75,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Presiden menyampaikan berbagai program nyata lainnya seperti pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, operasional 10.000 Koperasi Desa/Kelurahan, Program Makan Bergizi Gratis, perbaikan puluhan ribu sekolah, serta perluasan layanan Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau 108 juta orang.

Di bidang industrialisasi, pemerintah terus mendorong hilirisasi melalui 26 proyek strategis yang telah di-groundbreaking, termasuk pengolahan batu bara menjadi DME, smelter alumina, dan waste to energy. Pengelolaan devisa hasil ekspor juga dioptimalkan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang telah mengelola devisa senilai USD14 miliar sejak Juni 2026.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen jangka panjang pemerintah. “Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” pungkasnya.

Melalui paripurna ini, Pemkot dan DPRD Kota Tomohon mendapatkan arahan strategis nasional yang akan menjadi landasan penting dalam sinkronisasi program pembangunan daerah dengan prioritas nasional menuju Indonesia Emas. (*)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *