BI Sulut Dorong Penguatan Hilirisasi Kelapa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulut

Ekonomi, Ekonomi530 Dilihat

Katabrita – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara mendorong penguatan hilirisasi komoditas kelapa sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Sulawesi Utara sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Purwanto, dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara yang dirangkaikan dengan Bincang Ekonomi bertema “Penguatan Hilirisasi Kelapa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara”, di Manado, Kamis (30/7).

Purwanto mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, diperlukan penguatan sektor-sektor unggulan daerah. Salah satu yang memiliki potensi besar adalah hilirisasi sektor pertanian, khususnya komoditas kelapa.

“Kelapa memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Sulawesi Utara. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan rantai nilai dari hulu hingga pasar ekspor,” kata Purwanto.

Ia menjelaskan, komoditas kelapa menyumbang sekitar 38,13 persen terhadap subsektor pertanian dan peternakan. Selain itu, luas perkebunan rakyat kelapa di Sulawesi Utara mencapai sekitar 264,60 ribu hektare, sehingga menempatkan Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan areal perkebunan kelapa terluas kedua di Indonesia.

Menurut Purwanto, pengembangan kelapa tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas di tingkat petani, tetapi juga melalui penguatan hilirisasi dan diversifikasi produk agar memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Berbagai produk olahan yang dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan antara lain minyak kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), santan, nata de coco, serta produk turunan lainnya.

“Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan produktivitas di sisi hulu, perluasan kapasitas pengolahan, diversifikasi produk, dukungan pembiayaan, serta penguatan akses pasar,” ujarnya.

Purwanto menambahkan, prospek industri kelapa Sulawesi Utara juga didukung oleh kinerja ekspor yang terus menunjukkan hasil positif. Selama Januari hingga Mei 2026, ekspor kelompok produk HS-15 yang didominasi produk berbasis kelapa tumbuh 5,89 persen dengan pangsa mencapai 73,48 persen. Amerika Serikat, Tiongkok, dan Filipina menjadi tujuan utama ekspor.

Melalui forum tersebut, BI Sulut berharap lahir berbagai rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem kelapa dari hulu hingga hilir.

“Dengan sinergi yang semakin kuat, kelapa diharapkan menjadi komoditas unggulan yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutup Purwanto.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *