Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Apel Siaga El Nino 2026: “Jangan Tunggu Bencana, Kita Harus Bergerak Lebih Awal”

Pemprov Sulut2790 Dilihat

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda Sulut pada Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud kesiapsiagaan kolektif Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Polda Sulut, TNI, BPBD, BMKG, serta seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam menghadapi potensi ancaman iklim ekstrem.

Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh personel, peralatan, dan sistem koordinasi berada dalam kondisi siap siaga penuh.

“Jangan menunggu bencana terjadi. Kita harus bergerak lebih awal melalui deteksi dini, mitigasi, kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi lintas sektor,” tegas Gubernur YSK.

Gubernur mengingatkan bahwa dampak El Nino bersifat multidimensi, tidak hanya berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga dapat mengganggu produksi pertanian, ketersediaan air bersih, kesehatan masyarakat, hingga stabilitas harga pangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Gubernur memberikan lima arahan strategis:

1. Perkuat Deteksi Dini: Mengintegrasikan data dari BMKG, BPBD, aparat keamanan, serta melakukan pemantauan titik panas (hotspot) secara berkala dan real-time.

2. Kesiapan Operasional Armada: Memastikan armada pemadam kebakaran, mobil tangki air, sarana kesehatan, alat berat, dan perlengkapan penanggulangan bencana lainnya dalam kondisi siap operasi kapan saja.

3. Jaga Ketahanan Pangan dan Air: Menguatkan peran Satgas Pangan, berkoordinasi dengan Bulog untuk distribusi logistik, menjamin pelayanan air bersih, serta mempercepat pembangunan sumur bor di wilayah-wilayah rawan kekeringan.

4. Penegakan Hukum Tegas: Melakukan tindakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik individu maupun korporasi.

5. Edukasi Masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Gubernur juga meminta seluruh personel untuk menjaga keselamatan kerja, memperkuat komunikasi, dan menghilangkan sekat-sekat birokrasi yang dapat menghambat respons cepat saat penanganan bencana.

“Saya ingin masyarakat melihat bahwa pemerintah hadir, TNI dan Polri siap, serta seluruh elemen negara berdiri bersama untuk melindungi jiwa dan mata pencaharian rakyat,” ujarnya.

Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Sulut, Pangdam XIII/Merdeka, Forkopimda, serta seluruh unsur terkait yang telah membangun sinergi kuat. Ia optimis bahwa meskipun ujian iklim ini berat, ketangguhan dan semangat gotong royong masyarakat Sulawesi Utara jauh lebih kuat dalam menghadapinya.

“Ujian iklim ini berat, tetapi ketangguhan dan semangat gotong royong masyarakat Sulawesi Utara jauh lebih kuat,” pungkasnya. (*)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *